You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Tambah 7.600 Petak Makam
photo Mochamad Tresna Suheryanto - Beritajakarta.id

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Tambah 7.600 Petak Makam

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta telah menyiapkan 7.600 petak makam baru untuk jenazah terpapar COVID-19 di dua Taman Pemakaman Umum (TPU). Rinciannya, 7.200 petak makam di TPU Rorotan, Jakarta Utara dan 400 lainnya di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat.

Pemakaman jenazah terpapar COVID-19

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Ivan Murcahyo mengatakan, penambahan petak makam tersebut merupakan upaya antisipatif jika terjadi peningkatan kasus meninggal karena terpapar COVID-19.

"Hingga 17 Juni 2021 pukul 18.00 WIB, sebanyak 680 dari 7.600 petak makam itu sudah digunakan. Adapun lahan yang disediakan untuk 7.600 petak makam baru tersebut mencapai sekitar tiga hektare," ujarnya, Jumat (18/6).

124 Petak Makam TPU Rorotan Sudah Terisi

Ivan menambahkan, petak makam yang disediakan di TPU Rorotan diperuntukan bagi jenazah muslim, sedangkan di TPU Tegal Alur diperuntukan bagi jenazah non-muslim.

"Selama proses pemakaman petugas gali menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap," tandasnya

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye7218 personDessy Suciati
  2. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye4914 personAnita Karyati
  3. Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

    access_time04-11-2026 remove_red_eye4354 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

    access_time02-11-2026 remove_red_eye3607 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

    access_time30-10-2026 remove_red_eye2706 personDessy Suciati